20 Mei 2010

Rintangan Baru

Persiapkan dirimu teman, asah otak kalian. Seringlah membaca buku pelajaran. Ujian menantimu. Bulatkan tekadmu.

Senin besuk rintangan kembali menghadang kami(anak RSBI), Kami telah membulatkan tekad untuk menghadapi ulangan esok. Kami akan membawa nama RSBI SMP 1 Magetan ke puncak klasemen daftar RSBI se-Nusantara. Hasil buruk telah kami terima 6 bulan yang lalu. Kami turun peringkat. Kami pun tak bisa mengungguli SMP RSBI yang lain yang ada dikaresidenan Madiun, hasil yang sangat mengecewakan.

Namun kami kali ini telah membawa senjata perang yang telah diasah sengan sangat tajam. Tak ada tameng yang dapat menahan senjata kita. Semua perjuangan pasti menuai hasil. Kami memegang teguh perkataan itu. Kami yakin kami akan menduduki puncak klasemen. Walaupun sekolah kami yang sangat tak mendukung fasilitasnya, walaupun sekolah kami kurang terkenal popularitasnya, walaupun sekolah kami terpencil letaknya, kami semua tak akan patah arang untuk dapat mengungguli mereka yang mempunyai fasilitas yang serba ada dan sangat terkenal. Kami akan mengungguli mereka dengan prestasi kita.

Buktikan bahwa kami bisa.

12 Mei 2010

Sudut yang rapuh

Tak ada yang indah hari ini, yang ada hanyalah sesuatu yang mungkin risau untuk dipandang. Aku tak tahan melihat mereka. Tak ada rasa kesadaran pada diri mereka masing-masing. Dewasalah kawan. Jangan selamanya bertingkah seperti anak kecil. Lihat diri kalian masing-masing.

Berjabat tanganlah secepatnya. Acungkan jari kelingking kalian dan katakan "TEMAN SELAMANYA". Jangan sampai ada pihak ketiga yang ikut campur dalam perseteruan kalian. Semua orang berharap kalian bersahabat kembali.

Bersatulah Kembali, Luangkan harimu penuh senyuman, Bermain bersama.

Jangan jadikan perselisihan ini seperti pertarungan abadi setan malaikat

11 Mei 2010

Belum Sama Sekali

Sudah 6 hari berselang setelah pembagian Galon ke setiap kelas. Namun kami belum sama sekali menyetor uang wajib, yakni Rp 500,-/hari.

Apakah ini cukup meyakinkan bahwa tak ada kesadaran dalam diri kita masing-masing. Aku masih belum yakin ternyata kelakuan kita seperti ini. Ayolah teman Sadarlah. Kita butuh kesadaranmu. Kesadaranmu membuat semuanya jauh lebih baik.